Jenis Kartu Kredit Corporate, Affinity, cobranding, secured dan Contactless

Di Indonesia ada beberapa jenis kartu kredit yang beredar, misalkan corporate card, affinity card, secured card, cobranding card dan contactless card. Saya akan menjelaskan apa saja pengertian dan perbedaan jenis-jenis kartu kredit tersebut. Kartu kredit corporate, affinity dan cobranding mungkin memiliki kemiripan yaitu kartu yang diterbitkan oleh bank dan bekerja sama dengan sebuah perusahaan atau organisasi tertentu, tetapi ketiga jenis kartu kredit tersebut sebenarnya sangat berbeda.

Perbedaan kartu kredit corporate, cobranding dan affinity


Semetara kartu kredit secured digunakan untuk menghindari resiko meninggalkan hutang. dan kartu kredit contactless hanya berbeda dari metode pembayaran transaksi dan limit transaksinya saja. untuk selengkapnya akan saya bahas satu persatu di bawah ini!

Kartu Kredit Corporate

Kartu kredit corporate adalah produk bank berbentuk kartu yang berfungsi sebagai alat pembayaran dan hanya digunakan atas nama perusahaan oleh PIC atau seluruh staff perusahaan. Kartu kredit corporate sangat berbeda dengan kartu kredit personal walaupun fungsinya sama sebagai kartu pembayaran. Tetapi ada banyak sekali perbedaannya, mulai dari layanan, fitur dan promosi, limit, pembayaran dan cara pembuatannya.

Layanan kartu kredit untuk produk corporate biasanya terpisah. Misalkan, kartu kredit corporate di beberapa bank memiliki layanan call center tersendiri. Tidak semua fasilitas kartu kredit bisa digunakan seperti cicilan, transfer dana dan beberapa fasilitas lainnya. Hal tersebut terjadi karena limit yang digunakan adalah limit kartu perusahaan. Semua aktivitas perbelanjaan pada kartu kredit corporate ditanggungjawab-i oleh perusahaan. 

Jenis kartu kredit corporate bisa dibuka dengan mudah di bank Mandiri, BRI, BCA, Sinarmas dan bank-bank lainnya. 


Kartu Kredit Affinity

Kartu Kredit Affinity adalah kartu kredit di Indonesia diterbitkan oleh bank BNI. Kartu kredit affinity adalah kartu pembayaran yang dipakai oleh orang - orang yang terikat dalam sebuah organisasi atau institusi. Kartu kredit ini sangat berbeda dengan kartu kredit corporate. Bila kartu kredit corporate dijamin atas nama sebuah perusahaan, aktivitas kartu kredit affinity tetap menjadi tanggung jawab masing-masing pemegang kartu.

Kebanyakan kartu kredit afinity diterbitkan adalah untuk  menunjukkan kebanggaan atas institusi atau organisasi tersebut. Umumnya akan terdapat logo institusi/organisasi pada design kartu kredit. Di bank BNI kartu kredit affinity menggunakan platform baik visa card dan MasterCard, artinya kartu kredit ini tetap bisa digunakan dimanapun sama seperi kartu kredit personal biasa. 

Bank BNI sudah menerbitkan banyak sekali kartu kredit affinity seperti affinity ikatan universitas dan alumni universitas, affinity pecinta olah raga tertentu, affinity profesi dan lainnya.

Kartu Kredit Cobranding

Kartu Kredit Cobranding adalah jenis kartu kredit yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan dan bekerja sama dengan brand tertentu. Di Indonesia sudah banyak sekali bank yang menerbitkan jenis kartu kredit cobranding. Umumnya nama dari perusahaan brand yang bekerja sama akan menjadi nama dari produk kartu kredit tersebut.

Contoh kartu kredit cobranding adalah Mandiri hypermart card, BNI Lottemart, BCA Matahari, BCA Indomaret dan masih banyak lagi. Keuntungan dari kartu kredit jenis cobranding adalah adanya penawaran khusus yang diberikan oleh brand seperti cashback, diskon dan cicilan tetap.  

Kerugian kartu kredit cobranding adalah tidak mendapatkan poin apresiasi di beberapa bank. Memiliki tanggal cetak dan jatuh tempo pembayaran yang sudah fix atau tidak boleh diubah. Meskipun, tidak menutup kemungkinan ada kartu kredit cobranding yang tetap memiliki mendapatkan reward poin seperti kartu kredit bca.

Kartu Kredit Secured

Kartu kredit Secured adalah kartu pembayaran berjaminan. Untuk mendapatkan kartu kredit secured, seseorang harus memberikan jaminan kepada bank berupa dana deposito. Limit kartu kredit dihitung berdasarkan besar dana yang di-lock di bank. Kartu kredit secured umumnya memiliki fitur dan promosi yang sama dengan kartu kredit biasa (unsecured personal). 

Contoh kartu kredit secured di Indonesia adalah produk bank Sinarmas. Perbedaanya dengan kartu kredit biasa adalah metode pembayaran wajib autodebet. Dana yang dilock tidak bisa dijadikan sebagai pembayaran. Dana yang dilock baru bisa dicairkan setelah nasabah menutup kartu kredit secured tersebut. Beberapa orang lebih memilih untuk menggunakan kartu kredit secured karena kartu ini memiliki resiko yang jauh lebih rendah dibandingkan kartu kredit biasa. Misalkan, bila pemegang kartu meninggal dunia, maka ia tidak akan meninggalkan hutang.

Di bank Sinarmas, limit kartu kredit secured adalah 90% dari total dana yang di-lock. Dana yang di-lock minimal Rp.500.000. Artinya, limit minimum kartu kredit secured di bank Sinarmas adalah Rp.450.000.

Kartu Kredit Contactless

Kartu kredit contactless adalah kartu pembayaran yang menggunakan metode wave. Dulu, kartu kredit menggunakan metode gesek, kemudian muncul kartu kredit dip in dan sekarang ada lagi istilah contactless dengan metode wave. Sederhananya, bila kita berbelanja dengan kartu kredit contactless, kartu tidak perlu digesek atau di-dip, hanya didekatkan saja ke mesin edc dan transaksi sudah terproses. 

Kartu kredit contactless tetap saja aman. artinya, mesin edc tidak akan membaca kartu orang yang kebetulan berada di dekat kasir. transaksi baru akan terproses apabila kasir sudah memasukkan nilai transaksi ke mesin edc dan kartu harus didekatkan paling tidak 4 cm dengan mesin edc. Karena transaksi dengan kartu kredit ini tidak menggunakan PIN, umumnya maksimal transaksi dengan metode wave dibatasi pertransaksi dan perharinya.

Teknologi ini dikembangkan oleh visa dan dinamai dengan Visa PayWave. Fitur dan promosi kartu kredit contactless tidak berbeda dari kartu kredit biasa. Ini benar-benar berbeda hanya pada metode transaksinya saja. Bank yang sudah menerbitkan kartu kredit Contactless di Indonesia adalah bank mandiri dan bank UOB.

Iklan Tengah Artikel 2