Bisakah Karyawan Kontrak dan Outsourcing Mengajukan Kartu Kredit ?

Saya sudah membaca semua persyaratan kartu kredit bank-bank di Indonesia dan tidak ada satupun bank yang menuliskan kalau hanya pegawai tetaplah yang bisa mengajukan kartu kredit di bank mereka.

Tips mengajukan Kartu Kredit


Tetapi, alasan penolakan kartu kredit yang paling sering adalah 'Applikan pegawai kontrak'

Memang, Bank tidak akan pernah mengumumkan alasan penolakan applikasi kartu kredit yang seperti itu. Karena bank selalu punya kebijakan untuk mengubur dalam-dalam alasan penolakan pengajuan kartu kredit seseorang.

Apakah Karyawan Kontrak dan Outsourcing bisa punya kartu Kredit ?

Bisa bangat.

Waktu saya mendapatkan kartu kredit yang pertama, saya masih karyawan kontrak.
Ngomong-ngomong tentang outsourcing, bank tidak pernah menyinggung hal seperti itu.

Mungkin kurang sopan saja, kalau misalkan pihak verifikator bank menanyakan, "Apakah anda pegawai outsourcing?"

Biasanya mereka hanya menanyakan, "Apakah Bapak/Ibu sudah pegawai Tetap?"

Disini anda bisa menjawab sejujurnya. 

Atau anda juga bisa memohon kepada HRD perusahaan anda supaya mengangkat anda menjadi karyawan tetap hari itu juga.

"Pak saya lagi mengajukan kartu kredit, nanti mereka akan menelepon, tolong angkat saya menjadi pegawai tetap hari ini!" (pragmatic)

Kalau HRD-nya setuju, masalahpun beres. Tetapi kalau HRDnya tidak setuju.

 Bagaimana Caranya?

Tips mengajukan Kartu Kredit untuk pegawai Kontrak (lupakan embel-embel outsourcing!)

Begini ketentuannya, kalau anda sudah pegawai kontrak dan tinggal di rumah konrakan juga. Maka, kemungkinan besar applikasi kartu kredit anda akan ditolak.

Nah, tetapi saya memang masih tinggal di kontrakan, Mas.
Saya bahkan masih nge-kos.

Ini adalah pengalaman saya ketika berbicara dengan pihak verifikator dari bank.

Bank : Boleh disebutkan alamat lengkap Rumah-nya!
Gw    : XXX Jakarta, Pak.
Bank : Status tempat tinggalnya, Pak?
Gw    : Ini Rumah keluarga Pak
Bank : Sudah berapa Lama tinggal di sana?
Gw    : Sudah lama sekali Pak. (Jangan terlalu banyak menjelaskan) 

Apakah Berdosa berkata Rumah Kontrakan sebagai Rumah Keluarga?

Tidak.
Soalnya yang punya kontrakan itu memang sudah saya anggap layaknya keluarga saya sendiri. Dan Bapak/Ibu yang punya kontrakan itu juga tidak pernah keberatan dengan anggapan saya. Mereka malah sangat senang, ketika yang ngontrak rumah mereka menggangap mereka sebagai keluarga.


Kunci-nya disitu aja sih.
Syarat Gaji sudah mencukupi, bahkan payroll dengan  bank yang bersangkutan. Masalahnya hanya karena masih karyawan kontrak dan tinggal di rumah kontrakan juga. 

Itu alasannya,  kenapa kartu kredit banyak ditolak. Jadi jangan mau mengatakan status tempat tinggal anda sebagai rumah kontrakan. Anggaplah itu rumah keluarga, kalau ditanya keluarga siapa?
Bilang saja, "Kakak atau abang."


Tips Mengajukan Kartu Kredit

  • Pastikan siapa yang akan menjadi emergency Contact anda. Beritahu dia supaya berjaga-jaga kalau nanti akan ada telepon dari bank untuk verifikasi.
  • Beritahu HRD anda kalau bank akan menghubungi untuk kepentingan kartu kredit
  • Kalau anda mencantumkan nomor telepon rumah juga, beritahu mereka kalau bank akan menghubungi untuk verifikasi data.
  • Siapkan KTP anda, karena bank akan meverifikasi nomor KTP juga, atau katakan lupa kalau memang lupa. (jangan menahan mereka terlalu lama untuk mencari KTP)



0 Response to "Bisakah Karyawan Kontrak dan Outsourcing Mengajukan Kartu Kredit ?"