Happy Life Before 40s is a must, be shielded" Kisah Nyata tentang pentingnya Asuransi


Happy Life before 40s - Tersadar

Beberapa Minggu Yang lalu, aku makan siang bersama Mas Endru, Beliau adalah salah satu rekan kerjaku. 

Kebetulan dulu, kita masuk kerja dan training bersama. 

Ia baru kembali ke Jakarta setelah bertugas hampir 1 Tahun di Semarang.



Walaupun sabahat dekat, aku jadi kepikiran dengan apa yang beliau tanyakan kemarin.

"Beli Rumah dimana Mas?" Katanya sambil tersenyum.

Aku merasa kalau Beliau sedang mengingatkan-ku tentang sesuatu yang dari dulu selalu dinasehatkan-nya padaku.

Jujur, aku sudah bekerja di sebuah Bank dengan gaji yang lebih dari cukup selama hampir 7 Tahun. 

Dan harusnya aku memang sudah bisa punya rumah sendiri. Tetapi, jangankan rumah, aku seolah tidak punya apapun sekarang.

Aku masih ingat. Dulu, Mas Endru pernah mengingatkanku tentang pentingnya asuransi.

"Roy, Cowok yang mati tanpa asuransi itu harus hidup kembali, gantiin biaya kematian-nya. Mau loe begitu kalau sudah mati?" katanya dulu.




Tapi dulu, aku memang sangat bandal dan tidak terlalu peduli dengan hal-hal seperti itu.

Mas Endru akhirnya bergabung sendiri. Ia memilih sebuah produk asuransi dengan premi Tahunan sekitar 3.6 Juta waktu itu, Kalau tidak lupa.

Beberapa kali, Beliau masih mengingatkanku untuk segera membeli Asuransi. 

Terakhir satu tahun yang lalu, Ia bilang kalau asuransi-nya sudah terbayar penuh untuk perlindungan 99 Tahun dan pembayaran selanjutnya adalah untuk Investasi. 

Happy Life before 40s - Belajar


Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?

Aku tidak punya asuransi dan tidak bayar iuaran apapun!

Sedangkan Mas Endru, selain join salah satu asuransi Jiwa, ternyata beliau mengambil KPR yang juga dilindungi asuransi.

Beliau memang beruntung karena beliau sudah diajari tentang pentingnya Asuransi dan Investasi sejak masih kecil. Beda denganku, aku baru sadar tentang hal itu setelah hampir menginjak usia kepala tiga.

Tapi bagaimanapun, aku masih berusia 29 Tahun dan belum ada kata terlambat untuk membenahi diri.

Sekaranglah saatnya, meninggalkan ketidakpedulian yang dulu sempat kuterjemahkan sebagai kebebasan. Dan itu adalah kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan.

Aku menuliskan cerita ini dengan harapan akan lebih banyak orang yang tersadar lebih awal, tentang pentingnya asuransi. 

Tentang miskin-nya orang yang hidup tanpa asuransi walaupun saat ini mereka masih berkecukupan. 

https://www.kartubank.com/2018/04/happy-life-before-40s.html
Gambar 3 Happy Life Before 40s

Happy Life before 40s - Peduli

Bila anda sudah mengerti tentang pentingnya asuransi, maka jangan biarkan saudaramu, tetanggamu, temanmu, untuk tetap ngotot hidup tanpa asuransi jiwa

Apa yang dilakukan oleh Mas Endru adalah tindakan yang sangat baik. Walaupun aku baru menyadarinya sekarang. 

Nyawa memang ditangan Tuhan, tetapi biaya kematian, Ongkos Ambulance, Biaya penguburan, cicilan kartu kredit, itu akan menjadi tanggung jawab keluarga apabila ajal menjemput, walaupun kita masih single dan tanpa tanggungan.

Apa yang akan terjadi bila kita punya tanggungan dan hidup tanpa asuransi kemudian meninggal? Seperti membuang payung dari kepala anak sendiri, saat hujan deras sedang mengguyur.

Aku memutuskan bergabung dan mengikuti langkah Mas Endru dan memilih salah satu produk asuransi.

Living a Happy Life Before 40s is a must, be shielded!

Apakah kamu sudah punya Jaminan Perlindungan yang memadai? Cari tahu dan pelajari sekarang!

0 Response to "Happy Life Before 40s is a must, be shielded" Kisah Nyata tentang pentingnya Asuransi"